Sempoa Kreatif

Rabu, 17 April 2019

TANGISAN ITU PECAH TAK TERBENDUNG LAGI

“Ayo adik-adik menghadap ke belakang”, terdengar aba-aba dari MC. Di belakang mereka telah berdiri para guru. Kakak guru yang telah membimbing. Melatih berhitung cepat. di cabang-cabang Sempoa Kreatif.
Setelah menghadap ke belakang, para siswa duduk sambil jongkok. Menghadap ke para kakak guru. Sambil duduk bersama menyanyikan lagu guruku tersayang. Lagu persembahan spesial untuk para guru.
“Guruku tersayang, guru tercinta, tanpamu apa jadinya aku” dan seterusnya. Begitulah sebagian lirik lagunya. Mereka menyanyikan lagu itu bersamaan.
Tak terasa air mata mulai menetes. Semua yang hadir di situ turut larut dalam suasana. Suasana wisuda siswa-siswi Sempoa Kreatif. Yang sudah selesai tingkat 4.
Dan………………..air mata pun mengucur deras. Para kakak guru tak sanggup membendung lagi. Menangis haru campur bahagia. Menyaksikan muridnya di wisuda. Ketika satu persatu menyalami mereka. Teringat kenangan suka dan duka. Saat belajar. Mulai dari tingkat 1 yang berhitung hanya pelan-pelan saja. Hingga akhirnya bisa berhitung cepat.
Satu persatu siswa turun dari panggung. Sambil menyalami guru. Hingga akhirnya semua siswa selesai menyalami kakak guru. Dan tangisan itupun masih berlanjut. Tidak hanya yang dipanggung yang turut menangis haru bahagia. Para orangtua peserta lomba yang dibawah panggungpun tidak sedikit yang menitikkan air mata. Ikut hanyut terbawa suasana.
Akhirnya, semoga ilmu yang didapat menjadi ilmu yang bermanfaat. Buat bekal adik-adik dimasa mendatang. Jadilah anak yang berguna. Bagi lingkungan, bagi nusa bangsa.
Itulah sekelumit cerita. Pada acara Olimpiade Berhitung Cepat Sempoa Kreatif dan Wisuda Angkatan ke-37. Yang berlangsung di Maspion Square Surabaya. Tanggal 31 Maret 2019 yang lalu.